Miftah ar-Rizq™
Kitab Rezeki Ibnu Qayyim yang Tidak Pernah Sampai ke Tanganmu
3 Syarat Pembuka Kekayaan yang dilewatkan 9 dari 10 Muslim — padahal sudah tertulis rapi sejak 700 tahun lalu.
Ambil E-book Miftah ar-Rizq →
Rp249.000 → Rp129.000 · akses selamanya
Kalau ini kedengarannya seperti Anda…
Sudah kerja keras, sudah rajin berdoa, tapi rezeki terasa jalan di tempat
Bukan miskin yang kelihatan. Tapi yang pelan-pelan: cukup, tapi selalu mepet. Ada, tapi tidak pernah lebih.
✗
Berangkat pagi buta, pulang sudah gelap — dan hidup Anda masih sama saja seperti tahun lalu.
✗
Gaji masuk tanggal 25, habis tanggal 5. Entah ke mana perginya, padahal rasanya tidak beli apa-apa yang aneh.
✗
Dada terasa sesak sedikit tiap kali teman seangkatan cerita kabar baik. Anda tidak mau begitu, tapi tetap saja muncul.
✗
Sudah menambah sedekah, sudah menambah zikir — tapi cara Anda bekerja dan mengelola uang tidak pernah benar-benar berubah.
✗
Diam-diam terlintas pikiran yang tidak berani Anda ucapkan: “Jangan-jangan memang rezeki saya cuma segini.”
Satu hal yang perlu diluruskan sejak awal: hidup yang serba pas-pasan bukan tanda Anda malas, bodoh, atau kurang saleh.
Kalau kerja keras dan rajin ibadah otomatis bikin rezeki lancar, hidup Anda mestinya sudah lama enak. Berarti ada yang kurang — dan yang kurang itu bukan usaha Anda. Yang kurang adalah ilmu tentang cara kerja rezeki.
Kenapa tidak pernah sampai ke tangan Anda
Ilmunya ada. Tapi terkubur di tempat yang hampir mustahil Anda jangkau.
Ilmunya memang ada. Tapi untuk sampai ke sana, jalannya panjang sekali.
Kitab-kitab Ibnu Qayyim al-Jauziyyah tersimpan di rak-rak perpustakaan pesantren dan universitas — puluhan jilid, semuanya bahasa Arab, tulisannya kecil-kecil dan rapat, tanpa daftar isi yang membantu.
Dan di situlah masalahnya. Miftah Dar as-Sa’adah saja tebalnya ribuan halaman. Dan pembahasan tentang rezeki tidak berkumpul di satu bab — ia tersebar sedikit-sedikit di lima kitab berbeda, terselip di antara pembahasan lain yang jauh lebih panjang.
Untuk menyatukannya, orang harus baca semuanya dalam bahasa Arab, tahu potongan mana yang nyambung satu sama lain, lalu menyusunnya jadi satu urutan yang utuh. Butuh bertahun-tahun, dan butuh kemampuan bahasa Arab yang tidak dimiliki kebanyakan orang. Sementara Anda harus buka toko jam enam pagi.
Itulah kenapa ilmunya ada di rak, tapi tidak pernah sampai ke tangan Anda.
Dan itulah yang sudah dikerjakan buku ini: semua nasihat Ibnu Qayyim tentang rezeki digali dari lima kitab tadi, dikumpulkan jadi satu, lalu disusun ulang jadi metode yang bisa Anda jalankan mulai Senin pagi.
“Sebelum mencari jalan, pastikan dulu petanya benar. Banyak orang berlari cepat ke arah yang keliru.”
Miftah ar-Rizq · Pengantar Bab Satu
Hal yang jarang dihitung orang
Kenapa ada orang yang penghasilannya cuma sepertiga Anda, tapi tidurnya jauh lebih nyenyak?
Ada dua keluarga. Yang satu penghasilannya besar, tiap akhir bulan bingung uangnya ke mana. Selalu ada yang bocor: kendaraan rusak, denda, cicilan, biaya mendadak.
Penghasilan keluarga kedua cuma sekitar sepertiganya. Anak-anak tetap sekolah. Rumahnya sederhana tapi tidak pernah kekurangan makanan. Masih sanggup memberi ke tetangga. Dan mereka tidur nyenyak.
Bedanya bukan di angka. Bedanya di sesuatu yang tidak pernah muncul di slip gaji, dan namanya barakah.
Barakah itu artinya dua hal: bertambah dan menetap.
Bertambah — hasilnya lebih besar dari jumlahnya. Uang lima ratus ribu yang berbarakah bisa menyelesaikan hal yang biasanya butuh sejuta. Menetap — uangnya tidak bocor. Ia bertahan, terpakai, dan meninggalkan hasil yang baik.
Kebalikannya juga ada.
Harta tanpa barakah datang deras lalu pergi lebih deras. Masuk lewat pintu depan, keluar lewat lubang-lubang yang tidak terlihat: pengeluaran yang tidak perlu, keputusan yang buruk, penyakit, pertengkaran di rumah.
Di dalam buku ini dibahas tuntas empat hal yang paling sering mengusir barakah dari rumah seseorang — dan kebanyakan orang melakukan hampir semuanya tanpa sadar.
Saya Mau Baca Bukunya →
Isi form · proses cepat · langsung Anda terima
Inti buku ini
Metode Tiga Kunci — Bersih, Bergerak, Berputar
Hampir semua nasihat lama tentang rezeki, kalau dikumpulkan, ujung-ujungnya cuma tiga gerakan besar. Bukan tiga amalan tambahan. Tiga gerakan — karena masing-masing mengubah arah, bukan cuma menambah kesibukan.
— Kunci yang bekerja di dalam diri —
1
BERSIH
Rezeki mengalir seperti air. Kalau pipanya tersumbat, percuma airnya ditambah dari atas. Ada empat jenis sumbatan yang paling sering menyumbat saluran orang — dan yang paling berbahaya justru bukan dosa besar, tapi yang kecil-kecil dan sudah dianggap biasa.
— Kunci yang bekerja di pekerjaan —
2
BERGERAK
Setelah pipa bersih, keran harus diputar. Air tidak keluar sendiri hanya karena pipanya bagus. Ini kunci yang paling terlihat — dan karena itu paling sering dikira satu-satunya kunci. Padahal ia yang paling melelahkan kalau dijalankan tanpa Kunci Pertama.
— Kunci yang bekerja di hubungan dengan orang —
3
BERPUTAR
Air yang masuk tapi tidak pernah keluar akan menggenang, dan air yang menggenang bikin penyakit. Kunci ketiga membuat rezeki mengalir keluar supaya ia kembali lebih deras — lewat cara yang masuk akal dan bisa dijelaskan, bukan lewat hitung-hitungan mistis.
Kenapa harus ketiganya?
Orang yang hanya bersih tanpa bergerak: hatinya jernih, ibadahnya rapi, tapi hidupnya jalan di tempat — jadi orang baik yang tidak berdaya.
Orang yang hanya bergerak tanpa bersih: penghasilannya mungkin besar, tapi ia lelah, curiga pada semua orang, dan tidak pernah merasa cukup.
Orang yang hanya berputar: dermawan, tapi tidak punya apa-apa untuk diberikan dalam waktu lama.
Kalau satu kunci berhenti, dua yang lain ikut macet. Di dalam buku dijelaskan juga urutan mana yang harus didahulukan kalau waktu Anda terbatas.
Orang yang hanya bergerak tanpa bersih: penghasilannya mungkin besar, tapi ia lelah, curiga pada semua orang, dan tidak pernah merasa cukup.
Orang yang hanya berputar: dermawan, tapi tidak punya apa-apa untuk diberikan dalam waktu lama.
Kalau satu kunci berhenti, dua yang lain ikut macet. Di dalam buku dijelaskan juga urutan mana yang harus didahulukan kalau waktu Anda terbatas.
“Tiga kunci, satu pintu. Kunci yang tidak dipakai tidak pernah membuka apa pun.”
Miftah ar-Rizq · Bab 1.5
Yang Anda dapatkan
Bukan bacaan berat. Peta yang bisa langsung dijalani.
159 halaman, 5 bab, 25 sub-bab — dan setiap sub-bab diakhiri satu Langkah Kecil yang bisa dikerjakan hari itu juga.
✓
Meluruskan peta rezeki dulu — empat lapis rezeki, tiga salah paham yang diam-diam bikin hidup terasa sempit, dan kenapa “sudah ditakdirkan” bukan alasan untuk berhenti berusaha.
✓
Kunci 1 — BERSIH (5 sub-bab): empat sumbatan tak terlihat, istigfar yang membuka kembali salurannya, janji “jalan keluar” bagi orang bertakwa, menjaga pintu masuk harta, dan membersihkan hati dari iri.
✓
Kunci 2 — BERGERAK (5 sub-bab): tawakal yang benar, harga diri dari kerja tangan sendiri, itqan (mengerjakan dengan rapi), berkah waktu pagi, dan kenapa nambah ilmu bikin rezeki ikut bertambah.
✓
Kunci 3 — BERPUTAR (5 sub-bab): kenapa syukur bikin rezeki bertambah, sedekah yang tidak mengurangi, silaturahmi yang membuka jalan, amanah dalam berdagang, dan qana’ah (rasa cukup).
✓
Rencana 30 Hari Miftah ar-Rizq — cara merangkai tiga kunci dalam satu hari biasa, dari bangun tidur sampai menjelang tidur lagi.
✓
Bab khusus saat rezeki terasa seret — delapan kemungkinan penyebabnya, dan cuma satu yang berkaitan dengan kesalahan Anda. Plus cara supaya tidak berhenti di tengah jalan, dan kenapa jalan pintas harus ditolak.
✓
Tanya Jawab lengkap — 11 pertanyaan paling sering muncul, termasuk soal terjerat pinjaman berbunga, pekerjaan yang tidak jelas halalnya, dan tidak punya modal sama sekali.
Plus 3 Bonus Lembar Kerja
Bisa langsung dipakai, tidak perlu alat tambahan.
Bonus 1
Lembar Pelacak 30 Hari Tiga Kunci
Satu tabel untuk menandai kunci mana yang berhasil Anda jalankan tiap hari, lengkap dengan satu aturan sederhana yang menjaga Anda tidak berhenti di tengah jalan.
Bonus 2
Kartu Audit Rezeki
Daftar cek yang jujur untuk melihat dari mana harta Anda masuk dan ke mana ia keluar. Banyak orang baru sadar setelah mengisi kartu ini.
Bonus 3
Skrip Zikir & Doa Rezeki Harian
Kumpulan zikir dan doa harian lengkap dengan artinya, disusun sesuai waktunya — supaya Anda tahu bukan cuma bacaannya, tapi juga kapan dan kenapa.
Ambil Sekarang — Rp129.000 →
E-book lengkap + 3 bonus lembar kerja · akses selamanya
Tentang penulis
Ditulis oleh orang yang menolak disebut motivator
“Saya tidak punya rumus. Saya hanya kebetulan membaca lebih dulu, lalu menoleh ke belakang untuk berkata: jalannya di sebelah sini.”
Ustadz Fauzan Al-Hakim, Lc., M.A.
Pengkaji Kitab Klasik · Pendiri Rumah Belajar Baitul Hikmah
Lahir dan besar di sebuah kota di pinggir laut Jawa Timur, di rumah pedagang kelontong kecil. Ayahnya berdagang tiga puluh tahun tanpa pernah jadi kaya, dan tidak pernah sekali pun terdengar mengeluh.
Ketika toko itu akhirnya tutup karena kalah bersaing, yang paling ia ingat bukan kesedihan ayahnya, tapi satu kalimat yang diucapkan lelaki tua itu sambil menurunkan papan nama:
“Rezeki kita tidak berkurang, Nak. Ia hanya pindah pintu.”
Ayah, saat menutup tokonya
Kalimat itu tidak pernah ia lupakan. Dari situ muncul satu pertanyaan yang kemudian membentuk seluruh hidupnya. Ia kuliah Syariah, lalu lanjut S2 pemikiran Islam klasik dengan penelitian tentang tulisan-tulisan Ibnu Qayyim al-Jauziyyah.
Lebih dari dua puluh tahun ia habiskan untuk satu hal: membaca ulang kitab-kitab lama, lalu mengubahnya jadi langkah yang bisa dijalani orang biasa. Ia mendirikan Baitul Hikmah, rumah belajar sederhana dengan kelas-kelas kecil untuk pedagang pasar, karyawan, ibu rumah tangga, dan siapa pun yang datang.
Empat prinsip yang ia pegang: tidak pernah menjanjikan kekayaan kepada siapa pun; tidak mengarang kutipan dan selalu menyebut sumber yang bisa diperiksa; berterus terang kalau sebuah hadis masih diperdebatkan para ulama; dan meminta pesertanya mengerjakan satu hal, bukan sekadar mengagumi dua puluh lima bab.
Kata pembaca yang sudah menjalankan
Cerita dari pembaca
Ditulis ulang dari pengalaman pembaca, dibagikan dengan izin mereka. Hasil tiap orang bisa berbeda.
★★★★★
“Ternyata sumbatan saya bukan di dagangan”
Warung saya di posisi bagus, harga wajar, barang lengkap. Tapi orang lewat depan lalu masuk ke sebelah. Saya sudah ganti papan nama, turunkan harga, tambah jam buka — tidak ada yang berubah. Waktu baca bab Kunci Pertama, saya berhenti lama di bagian sumbatan keempat. Saya baru sadar sudah lima tahun tidak bertegur sapa dengan adik kandung saya sendiri. Saya tidak akan bilang dagangan saya langsung ramai gara-gara itu, saya bukan orang yang bisa menebak ketetapan Allah. Yang saya tahu, dada saya jauh lebih enteng sekarang, dan saya bisa mikir jernih lagi soal warung.
Sulaiman · Pedagang Kelontong, Gresik
★★★★★
“Penghasilan sama, tapi uangnya tidak bocor lagi”
Saya karyawan, gaji tetap, tidak bisa saya naikkan sesuka hati. Dulu tiap tanggal 20 sudah panik. Yang mengubah saya itu Kartu Audit Rezeki di bonusnya — saya isi jujur satu bulan penuh, dan kaget sendiri lihat ke mana saja uang saya pergi. Ternyata bukan gaji saya yang kurang, tapi ada beberapa lubang yang saya biarkan terbuka bertahun-tahun. Gaji saya sampai hari ini masih sama persis. Bedanya sekarang masih ada sisa di akhir bulan, dan saya sudah bisa mulai menabung sedikit-sedikit.
Rahmawati · Staf Administrasi, Sidoarjo
★★★★★
“Saya kira saya kurang usaha. Ternyata saya kurang berhenti.”
Saya orang yang kerja dari subuh sampai malam dan tetap merasa gagal. Bab tentang tawakal yang benar itu menampar saya. Selama ini saya memikul dua beban sekaligus: beban berusaha, dan beban menjamin hasil — padahal yang kedua tidak pernah jadi bagian saya. Saya jalankan Rencana 30 Hari-nya, tidak pernah bolos dua kali berturut-turut sesuai aturannya. Omzet saya naik pelan-pelan, tidak langsung banyak. Tapi untuk pertama kalinya dalam bertahun-tahun, saya bisa tidur tanpa buka kalkulator dulu.
Hendra · Pemilik Bengkel Motor, Surabaya
Ambil kembali ilmu yang sempat terlewat
Mulai bersihkan saluran rezeki Anda hari ini
Rp249.000
Rp129.000
E-book lengkap 159 halaman + 3 bonus lembar kerja
Akses selamanya · bisa dibaca di HP, tablet, atau laptop
Unduh E-book Sekarang →
Akses selamanya · bisa dibaca di HP, tablet, atau laptop
Isi form · proses cepat · langsung Anda terima
“Pintu tidak terbuka karena kita mengagumi kuncinya. Pintu terbuka karena kunci itu diputar.”
Miftah ar-Rizq · Penutup
Sebelum Anda memutuskan
Pertanyaan yang sering muncul
Dijawab apa adanya, sama seperti kalau ditanya langsung di kelas.
Apakah buku ini bisa membuat saya cepat kaya?
Tidak. Dan siapa pun yang menjanjikan hal itu kepada Anda sebaiknya Anda tinggalkan. Rezeki adalah ketetapan Allah. Yang bisa kita kerjakan cuma tiga: membersihkan saluran, berusaha, dan memutar apa yang sudah kita terima. Soal jumlahnya berapa, datangnya kapan, dan lewat mana — itu bukan urusan manusia.
Kalau rezeki sudah ditakdirkan, kenapa saya masih harus kerja keras?
Karena takdir itu jalannya lewat usaha, bukan melompati usaha. Allah menetapkan seseorang akan panen — dan di dalam ketetapan itu sudah termasuk bahwa ia menanam lebih dulu. Tidak ada orang yang pakai alasan takdir waktu lapar; semua orang tetap makan. Pakai logika yang sama di tempat kerja Anda.
Saya sudah bersedekah dan bangun pagi, tapi penghasilan tidak bertambah. Apa yang salah?
Belum tentu ada yang salah. Ada delapan kemungkinan yang dibahas di Bab 5.3, dan hanya satu di antaranya berkaitan dengan kesalahan Anda. Yang paling sering terjadi justru sederhana: waktunya belum tiba. Tanaman yang ditanam minggu lalu tidak berbuah minggu ini.
Saya sedang terjerat pinjaman berbunga. Apakah percuma menjalankan buku ini?
Tidak percuma. Yang menentukan bukan posisi Anda sekarang, tapi arah Anda. Ada tiga langkah yang dibahas di dalam buku untuk kondisi seperti ini. Jangan menunggu bersih dulu baru berbenah — perbaikan justru dimulai dari tempat Anda berdiri sekarang.
Bagaimana kalau saya tidak punya modal sama sekali?
Anda punya. Semua orang punya sesuatu di tangannya, walaupun kelihatannya tidak berharga. Di Bab 3.2 ada kisah tentang seorang lelaki yang hanya memiliki sehelai kain dan sebuah mangkuk, dan bagaimana keduanya berubah menjadi alat yang menghidupinya. Pertanyaannya bukan “saya butuh apa”, tapi “apa yang sudah ada di tangan saya hari ini”.
Apakah saya harus resign kalau ada bagian pekerjaan yang tidak jelas halalnya?
Belum tentu. Bagi kebanyakan orang, menjaga pintu masuk bukan berarti ganti pekerjaan, tapi memperbaiki caranya. Periksa bagian mana yang meragukan, bereskan bagian itu, dan bila ternyata inti pekerjaannya memang tidak bisa diperbaiki, susun rencana keluar yang masuk akal. Jangan buru-buru, tapi jangan juga pura-pura tidak tahu.
Saya susah bangun pagi. Apakah metode ini tetap bisa saya jalankan?
Bisa, tapi perbaiki dulu malam Anda. Tidak ada yang bisa bangun pagi dengan baik kalau malamnya berantakan. Pagi yang berkah itu dimulai dari jam sembilan malam — caranya dibahas rinci di Bab 3.4.
Saya sudah coba banyak metode dan selalu berhenti di tengah jalan. Apa bedanya yang ini?
Mungkin tidak berbeda, kalau Anda memulainya dengan cara yang sama. Karena itu di dalam buku Anda diminta memilih satu kebiasaan dulu, jalankan tiga puluh hari, baru tambah satu lagi. Dan pegang satu aturan: jangan pernah bolos dua kali berturut-turut. Bolos sekali itu wajar. Bolos dua kali, itu sudah jadi kebiasaan baru.
Bagaimana bentuk bukunya, dan bagaimana saya menerimanya?
Berbentuk e-book digital (PDF) 159 halaman beserta 3 bonus lembar kerja. Setelah mengisi form dan menyelesaikan pembayaran, filenya langsung Anda terima dan bisa dibaca di HP, tablet, maupun laptop. Akses selamanya, tanpa biaya bulanan.
Langkah pertama ada di tangan Anda
Sebelum Anda menutup halaman ini, kerjakan satu hal. Bukan sepuluh. Satu.
Buku ini cuma peta. Dia bisa menunjukkan jalan, tapi tidak bisa berjalan untuk Anda.
Rp249.000
Rp129.000
E-book lengkap + 3 bonus lembar kerja · akses selamanya
Unduh E-book Sekarang →
Isi form · proses cepat · langsung Anda terima
Buku ini adalah bahan edukasi keislaman dan pengembangan diri. Ia tidak menjanjikan kekayaan, keuntungan, atau hasil finansial tertentu.
barakahnusantara.com Owned and Operated by Hadona Digital Media Limited
barakahnusantara.com Owned and Operated by Hadona Digital Media Limited